-->
ads here

Konfigurasi Extended Access Control List di Cisco Packet Tracer

advertise here

          Halo, kembali lagi dengan tkjnesia. Kali ini kita akan membahas Extended ACL (Access Control List), sebelumnya kita ulas ulang apa itu ACL ?

Jadi gini, ACL adalah sebuah metode untuk memfilter atau membatasi paket-paket yang keluar masuk dalam suatu jaringan. Jadi Router dapat mengendalikan keluar masuknya paket berdasarkan address, asal/tujuan/jenis paket dan port address.

Pada Extended ACL, Jenis ini bisa memfilter/mambatasi paket-paket berdasarkan sumber maupun tujuan, jenis paket dan alamat port. Tidak seperti Standard ACL, jenis ini bisa memfilter/membatasi paket tertentu saja. Extended ACL ini didefinisikan dengan nomor dari 100 - 199 dan 2000 - 2699.

Oke kita buat saja konfigurasi ExtendedAccess List Control dengan alat :
  • 1 Server
  • 2 Router
  • 1 Switch
  • 2 PC

Sekarang langkah - langkah nya :

1. Kita buat topologinya terlebih dahulu.


2. Setelah itu kita konfigurasi IP Address pada Server dan PC kita.






3. Selanjutnya kita Konfigurasi IP pada Router 0 kita.


Router0>ena
Router0#conf t

Router0(config)#int fa0/0
Router0(config-if)#ip address 8.8.8.1 255.255.255.0
Router0(config-if)#no shutdown
Router0(config-if)#exit

Router0(config)#int fa0/1
Router0(config-if)#ip address 17.17.17.1 255.255.255.0
Router0(config-if)#no shutdown
Router0(config-if)#exit




4. Kita lanjutkan ke Router 1 kita.


Router1>ena
Router1#conf t

Router1(config)#int fa0/0
Router1(config-if)#ip address 17.17.17.2 255.255.255.0
Router1(config-if)#no shutdown
Router1(config-if)#exit

Router1(config)#int fa0/1
Router1(config-if)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
Router1(config-if)#no shutdown
Router1(config-if)#exit


5. Habis itu konfigurasi Web, DNS, dan FTP pada server.

Pada Web tidak ada yang saya ubah.



Untuk DNS pastikan DNS Service On, berikan nama sesuai kalian inginkan dan pada Address isi dengan IP Server.



Selanjutnya pada FTP pastikan Service On dan kita buat user baru.



6. Selanjutnya kita routing dynamic eigrp pada kedua Router agar pc dan server dapat terhubung, disini saya konfigurasi router 1 dahulu.

Router0(config)#router eigrp 100
Router0(config-router)#network 17.17.17.0
Router0(config-router)#network 192.168.10.0 
Router0(config-router)#no auto-summary
Router0(config-router)#end


7. Lanjut ke router 0

Router1(config)#router eigrp 100
Router1(config-router)#network 8.8.8.0
Router1(config-router)#network 17.17.17.0
Router1(config-router)#no auto-summary
Router1(config-router)#end


8. Habis itu kita coba ping server dulu, pastikan PC kita sudah terkoneksi.



9. Setelah selesai kita konfigurasi Extended ACL nya, disini saya membuat PC0 tidak bisa mengakses web server dan PC1 tidak bisa akses ftp server.

Router1(config)#ip access-list extended FILTER
Router1(config-ext-nacl)#deny tcp host 192.168.10.2 host 8.8.8.8 eq www
Router1(config-ext-nacl)#deny tcp host 192.168.10.3 host 8.8.8.8 eq ftp
Router1(config-ext-nacl)#permit ip any any
Router1(config-ext-nacl)#exit

Router1(config)#int fa1/0
Router1(config-if)#ip access-group FILTER in
Router1(config-if)#exit






10. Konfigurasi selesai sekarang kita test apakah konfigurasi kita berhasil, dengan cara mengakses  web, ftp dan ping Server kita.

Pada PC0 tidak bisa mengakses web server namun dapat mengakses ftp server dan ping server.




Pada PC1 tidak bisa ftp server namun bisa akses web server dan ping server.






Click to comment